
.jpg)
Pameran seni ruang terbuka, Art Jakarta Gardens 2026, resmi berakhir setelah diselenggarakan selama enam hari di kawasan Hutan Kota by Plataran, Jakarta. Edisi kelima tahun ini sukses mencatat angka kehadiran yang luar biasa, yakni lebih dari 11.000 pengunjung. Kehadiran publik dari berbagai latar belakang ini mengukuhkan bahwa apresiasi seni tidak lagi terbatas di dalam ruangan, melainkan dapat melebur secara organik dengan lanskap alam.
Dengan format yang terus berkembang, perhelatan tahun ini berhasil memperluas ragam presentasi artistik dan membuka ruang perjumpaan bagi audiens yang semakin beragam.
Eksplorasi Visual di Ruang Terbuka
Berbeda dari pameran konvensional, tahun ini sebanyak 26 galeri seni berpartisipasi memamerkan koleksi mereka. Pengunjung disuguhkan dengan eksplorasi visual melalui instalasi patung yang tersebar di area taman sebagai bagian dari sektor Sculpture Garden. Selain itu, puluhan karya seni rupa lainnya juga dihadirkan di dalam dua tenda khusus yang tersebar di kawasan Hutan Kota by Plataran. Pengalaman mengapresiasi seni menjadi terasa lebih imersif berkat perpaduan karya dengan lingkungan terbuka.
Interaksi Publik dan Kolaborasi Kontekstual
Daya tarik utama lainnya dari edisi kali ini adalah pendekatan pameran yang lebih interaktif. Para mitra utama menghadirkan berbagai aktivasi yang mengundang keterlibatan langsung dari pengunjung:
Instalasi Responsif Alam: Presentasi iForte Energi secara unik berinteraksi langsung dengan elemen kolam, air, dan cahaya matahari di lingkungan Hutan Kota by Plataran yang kondisinya terus berubah mengikuti cuaca.

Seni dan Nilai Resiliensi: Bibit berkolaborasi dengan seniman Mangmoel menghadirkan pameran bertajuk "Tentacles of Wealth". Karya ini menampilkan karakter rajut Mogus (Monster Gurita Sigarantang) yang merepresentasikan pesan tentang resiliensi dan keserbabisaan.

Kenang-kenangan Personal: Melalui myBCA Space, pengunjung difasilitasi dengan bilik foto khusus di mana momen kemeriahan pameran dapat diabadikan dan dicetak langsung menjadi kartu Flazz.

Lintas Disiplin: Dari Pengetahuan Medis hingga Panggung Musik
Rangkaian program yang disajikan tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga memperluas wawasan lintas disiplin melalui keterlibatan seniman, musisi, dan penampil. Salah satu sesi diskusi yang cukup mencuri perhatian adalah program garapan mature.idn yang secara unik mempertemukan seni rupa dengan pengetahuan medis, menawarkan pendekatan dan perdebatan segar yang sangat relevan bagi publik kreatif.
Memasuki sore dan malam hari, kemeriahan pameran tidak lantas surut. Taman Tugu Majapahit dihidupkan oleh "The Atrium of Flux", sebuah karya dari Sigit D. Pratama yang dipersembahkan oleh Bach Multi Global, Protelindo, dan iForte. Rangkaian acara kemudian ditutup oleh panggung musik yang meriah dengan penampilan deretan musisi seperti Batavia Collective, Ali, hingga Pelteras, yang dikurasi langsung oleh Plainsong Live.
Melalui berbagai inisiatif dan program multidisiplin ini, Art Jakarta Gardens 2026 sukses memperkuat rasa kedekatan publik terhadap ekosistem seni rupa Indonesia.






















