top of page

Sejauh Mata Memandang Gelar Pemutaran Film “Menolak Punah” di Hari Bumi 2026, Soroti Dampak Industri Fashion

Di balik pakaian yang kita kenakan, ada cerita panjang tentang lingkungan, pekerja, dan masa depan bumi.

Dalam rangka memperingati Hari Bumi dan Fashion Revolution Week 2026, Sejauh Mata Memandang (SMM) berkolaborasi dengan Ekspedisi Indonesia Baru menggelar pemutaran sekaligus diskusi film dokumenter berjudul “Menolak Punah”. Acara ini berlangsung pada 22 April 2026 di Metro Cinema Kemang, Jakarta Selatan. 



Kegiatan ini menjadi bagian dari kampanye global Fashion Revolution Week yang tahun ini mengusung tema “Conscious Fashion is a Collective Mission”. Kampanye ini mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendorong industri fesyen yang lebih transparan, adil, dan berkelanjutan. 


Film “Menolak Punah” karya Dandhy Laksono dan Aji Yahuti mengupas realita industri sandang Indonesia dari hulu ke hilir. Mulai dari ketergantungan impor kapas—yang mencapai 99 persen kebutuhan nasional—hingga dampak limbah tekstil akibat konsumsi fast fashion. 



Selain itu, film ini juga menyoroti berbagai persoalan krusial seperti pencemaran air dan udara, emisi karbon, serta paparan mikroplastik dari pakaian berbahan sintetis yang berpotensi mengganggu kesehatan manusia. Di sisi lain, tekanan terhadap penenun lokal dan gelombang PHK di sektor tekstil turut menjadi bagian dari narasi yang diangkat. 


Menurut Chitra Subyakto, pemutaran film ini bukan sekadar kegiatan menonton bersama, tetapi juga ruang refleksi kolektif. Ia menekankan bahwa setiap pilihan dalam industri fesyen memiliki dampak yang luas, baik sebelum pakaian diproduksi maupun setelah tidak lagi digunakan. 



Senada dengan itu, Dandhy Laksono mengungkapkan bahwa riset film ini menemukan keterkaitan kompleks dalam rantai produksi sandang Indonesia. Dari ladang kapas hingga limbah pakaian, semuanya saling terhubung dan berdampak langsung pada lingkungan serta kesehatan masyarakat. 


Setelah pemutaran, acara dilanjutkan dengan diskusi bersama Chitra Subyakto, Dandhy Laksono, serta Dino Augusto. Diskusi ini bertujuan membuka ruang dialog publik agar isu-isu dalam industri fesyen dapat dipahami secara lebih luas. 



Melalui kegiatan ini, Sejauh Mata Memandang dan Ekspedisi Indonesia Baru berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya praktik slow fashion serta mendorong keterlibatan kolektif dalam menciptakan industri fesyen yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan di Indonesia.

info@mysite.com
123-456-7890
500 Terry Francois Street,
San Francisco, CA 94158

porto1.png
  • Instagram
  • TikTok
  • Youtube
bottom of page